Linux Shell
Peta Konsep
Apa itu shell? Shell adalah program penterjemah perintah yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal kernel (sistem inti operasi). Shell menyediakan prompt sebagai user interface dan memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah/beberapa file untuk dieksekusi sebagai program.
Macam-macam Shell
- Bourne Shell (sh)
- C Shell (csh)
- Korn Shell (ksh)
- Bourne Again Shell (BASH)
- dsb.
Bourne Again Shell (BASH)
Bash merupakan shell yang cukup banyak digunakan pemakai linux karena kemudahan serta banyaknya fasilitas perintah yang disediakan
Perbedaan BASH dan DOS command prompt
- Case Sensitivity
di Linux, perintah-perintah dan nama-nama file itu case sensitive, seperti menulis "EXIT" belum tentu sama dengan "exit"
- "\" vs. "/"
di DOS, garis miring "/" adalah command argument delimiter, sedangkan miring garis “\” adalah pemisah direktori. Di Linux/UNIX, “/” adalah pemisah
direktori, dan “\” adalah escape character.
- Filenames
di dunia DOS menggunakan “eight dot three” sebagai kaidah nama
file, berarti semua file mengikuti format yang diperbolehkan hingga 8 karakter dalam nama
file, diikuti oleh titik, diikuti oleh pilihan extensi, yang panjangnya hingga 3 karakter
(contoh: FILENAME.TXT). Di Linux/UNIX, disana tidak ada hal seperti file extension.
Titik dapat ditempatkan di bagian manapun di nama file dan “extensions” mungkin diartikan
dengan berbeda oleh semua program atau tidak semuanya.
Special Character
Execute Order
- PATH
> perintah perintah paling umum berada di dalam “PATH” shell anda, berarti anda cukup
mengetikkan nama dari program untuk mengeksekusinya.
Contoh: mengetik “ls” akan mengeksekusi perintah “ls”
> variabel “PATH” shell anda berada pada lokasi program yang paling umum, seperti /bin,
/usr/bin, /usr/x11r6/bin dan lain lain.
> Untuk mengeksekusi perintah yang tidak berada pada PATHanda saat ini, anda dapat
menuliskan secara lengkap lokasi dari program tersebut.
Contoh: /home/zayretro/myprogram
./program : untuk mengeksekusi program di direktori anda saat ini
~/bin/program : untuk mengeksekusi program dari personal bin direktori
- Command Syntax
> perintah dapat berjalan sendiri, atau anda dapat menambahkan argumen untuk membuatnya
berbeda. Seperti inilah tipikal penulisan command syntax:
command [-argument] [-argument] [--argument] [file]
contoh: ls menampilkan daftar file di current directory
ls -l menampilkan daftar file dengan “long” format
ls -l –color seperti diatas, dengan output berwarna
cat filename menampilkan konten dari file
cat -n filename menampilkan konten dari file, dengan nomer baris
Linux Help
- Main Pages
Sumber terbaik untuk perintah yang paling lengkap dapat ditemukan pada halaman manual, dikenal
dengan nama “man pages”. Untuk membaca halaman manual dari setiap perintah, cukup ketik
“man program”
Contoh: man ls manual mengenai perintah “ls”
man man manual mengenai cara menggunakan halaman manual
Untuk mencari kata tertentu di halaman manual, ketik “/word”. Untuk keluar dari halaman
manual, cukup tekan “Q”.
Terkadang, anda lupa dengan nama dari perintah perintah di Linux dan anda perlu mencarinya.
Sebagai contoh, jika anda ingin mengetahui cara mengubah file permissions, anda dapat mencari
halaman manual untuk kata “permission” seperti ini:
man -k permission
output dari perintah diatas kurang lebih seperti ini:
chmod (1) – change file access permissions
sekarang anda tahu bahwa “chmod” adalah perintah yang anda cari. Ketik “man chmod” akan
menunjukkan kepada anda halaman manual tentang chmod
- Info Pages
Beberapa program, khususnya yang dirilis oleh Free Software Foundation, menggunakan halaman
info sebagai sumber utama dokumentasinya. Halaman info sama dengan halaman manual, tapi yang
ditampilkan bukan satu halaman panjang, melainkan berupa segmen yang lebih pendek dengan
tautan menuju potongan-potongan informasi lainnya. Halaman info dapat diakses dengan perintah
“info”, atau untuk beberapa distro Linux, “pinfo” (tampilan yang lebih baik)
Contoh: info df menampilkan halaman informasi dari “df”
Scheduling
Peta Konsep
Scheduling atau Penjadwalan dibagi ke dalam 2 cara
yaitu dengan menggunakan crontab dan at
1. Penjadwalan menggunakan crontab
Sebelum masuk ke cara penggunaan crontab
Pada umumnya, crontab ini sudah terinstal di sistem operasi Linux. Namun jika belum terinstal, maka kita bisa menginstalnya dengan cara mengetikannya
sudo apt-get install crontab
Bagaimana cara menggunakan crontab?
- crontab -e
Perintah ini digunakan untuk mengubah daftar perintah yang akan dijalankan
oleh crontab. Untuk menambahkan perintah baru, kita hanya perlu
mengetikkan perintah yang ingin kita jalankan sesuai format penulisan
perintah di crontab. Berikut contoh format penulisan formatnya :
* * * * * /ini/adalah/perintah
Format penulisan diatas memiliki makna yang menunjukan waktu dan satu buah perintah yang akan kita jalankan
Selain dengan format penulisan waktu seperti diatas, ada juga format penulisan waktu yang khusus. Contohnya sebagai berikut :
- crontab -l
Perintah ini digunakan untuk melihat daftar perintah yang akan kita eksekusi
- crontab-r
Perintah ini digunakan untuk menghapus semua daftar perintah yang ada di daftar perintah
2. Penjadwalan dengan at
Perintah dasar untuk perintah at :
- at
Perintah ini digunakan untuk menentukan kapan perintah akan dieksekusi
-atq
Perintah ini digunakan untuk melihat semua antrian perintah
-atrm
Perintah ini digunakan untuk menghapus antrian perintah dengan nomor perintah tertentu
Yessi Nurul Fadziah
1300024
C1 Ilmu Komputer UPI
Praktikum Sistem Operasi